kehidupan ibarat seonggok jutaan pilihan didepan kita sejak terbuka mata sampai kita memilih tidur dimana. nabi adam menentukan pilhan fatal yang berimplikasi sampai akhir kehidupan nanti. sebagai manusia, suka atau tidak, harus memilih, tidak bisa tidak. walaupun KEHIDUPAN yang diberikan kepada kita bukan sebuah PILIHAN.
kadang PILIHAN tersebar disekitar kita. berserak tidak beraturan. saling tumpang tindih. kadang PILIHAN beterbangan, lewat dengan anggunnya didepan mata kita yang sudah penat memilih.
mata kita kadang berbinar, tatkala sebuah potongan PILIHAN terlihat indah dan menggemaskan. dengan segala daya upaya kita coba meraihnya. coba lagi. coba lagi.. coba lagi... potongan itu terus bergerak menjauh dengan nakalnya. sampai ahirnya mata kita mulai redup.
waktu sudah diujung senja. PILIHAN yang kita inginkan belum didapat. sementara banyak PILIHAN lain terserak diabaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar